Hai, kamuu
Aku mau nulis cerita tentang kamu, tentang aku, dan mungkin saja tentang 'Kita'. Aku dan kamu yang tak tahu kapan akan menyatu menjadi Kita. Aku dan kamu yang berangan-angan menjadi sepasang kekasih. Yang bermimpi akan menuliskan, mencerritakan bahkan menggambarkan apa yang Tuhan gariskan melalui tintanya, Cinta.
back !!
Sudah lama setelah saya posting terakhir diblog ini, dan akhirnyaaa *jengjeeeeng saya kembali ke dunia blogger ini *suara tepuk tangan :D
Dan rencananya blog ini akan banyak berisikan tulisan-tulisan hati saya :D
Dan rencananya blog ini akan banyak berisikan tulisan-tulisan hati saya :D
Addicted to Online Game
Minggu, 06 Januari 2013
Online game is a game that uses the internet network
to play it, where players can play together. Some people or young children
become more interested in online games, because by playing online game, they
can talk to other people such as a friends or acquaintances they met in the
internet cafe. But online games also have adverse effects for the players. The
effect involves several aspects, i.e health, finance, social and of course
education.
Health care is very expensive and it is important
for our body. Playing games can also be detrimental to the players health. They
can get eye damage, insomnia, and rarely eating. Eye damage is caused by the
habit that the gamers are too often staring at a screen which has a very high
radiation. So it damage the optical nerve. Players become Insomnia because the
players can spend hours to play the game than to sleep. Usually the players can
play the game more than nine hours whereas, we need eight hours to sleep.
Rarely eating is also included the effects of playing games because the players
spend more time to play the game and they forget to eat. Because of that the average game players have
less weight.
Financially, the players who play outside their
houses need a lot of money to pay the Internet fee in Cafes, moreover they have
to buy equipment for the character they play in the game such as weapons.
However, they must buy the game vouchers that the cost is not cheap, ranging
from 10.000 until hundreds thousand rupiahs even up to millions rupiahs. Maybe it is not problem for adults who
already have their own income but, for the children who are in school or who
don’t have their own income that is problematic. They could steal or sell items
they have to play the game.
In social side, the players lack of socialization
because they always play game without socializing with their neighborhood.
Whereas, socialization is very important for us because we are social creatures
who need other people in our lives.
In education, addicted to game has two effects for
students, that is make students become truant and seldom to pay attention to
the lesson. All of us know that education is very important, without education
we don’t know anything. But for the players who are very addicted to game they
prefer to absent than going to school. But when they go to school they seldom
to pay attention to the lesson because the players emphasize on game more than
their lesson, at last their school grades are down.
Thus, the effects of online games for addictive
players can be seen from health, financial, social and also their education
sides. I think you are allowed to play game but only for refreshing not for
addicted, it is very dangerous for you all.
teruntuk seseorang yang tertulis dalam Lauhul Mahfudzku
Selasa, 13 November 2012
Jika namamu yang ditulis di Lauhul Mahfudz untuk diriku,
niscaya rasa cinta itu akan ALLAH tanamkan dalam diri kita.
Tugas pertamaku bukan mencari dirimu tetapi mensholehkan diriku.
Wahai seseorang yang telah tertulis dalam Lauhul Mahfudzku, Imamku
dan ayah dari anak-anakku, engkau yang membersamai perjalanan hidupku
nanti ..
Aku percaya kau sedang memperbaiki dirimu,
memantaskan dirimu tuk menjadi Imam bagi tulang rusukmu dan buah hatimu kelak.
Tahu Diri - Maudy Ayunda | Soundtrack Perahu Kertas
Rabu, 17 Oktober 2012
Hai,
Selamat bertemu lagi
Aku sudah lama menghindarimu ...
untuk Ayah
Teruntuk Ayahanda tercinta,
Aku bingung untuk mengawalinya.
Terlalu sulit,terlalu senang atau bahkan terlalu takut.
Ku beranikan untuk menulis perasaanku yang ada ini. Tentangmu, Ayaah..
Ayah,
yang ketika aku masih kecil kau sering menggendongku,
yang ketika aku masih TK kau selalu mengantarkanku kemanapun,
yang ketika aku sakit kau selalu khawatir,
yang selalu berusaha untuk menuruti semua keinginanku,
yang selalu mencium keningku saat terlelap,
yang selalu mencium pipiku saat hendak berangkat kerja,
yang dengan lembutnya kau mengajarkanku hal - hal baru,
yang dengan keras kau mendisiplinkanku,
yang dengan sabar mengajarkanku arti hidup.
Ayah,
Kini putri kecilmu mulai beranjak dewasa,
mulai mengenal mana yang benar dan mana yang salah,
mulai mengenal lelaki lain yang tentu saja bukan Ayah,
yang mencoba untuk menemukan jati dirinya.
Ayah,
Putrimu kini telah mengenal lelaki lain ayaah?
Apakah Ayah takut putri kecilnya terjebaak?
Iya ayah selalu takut putri kecilnya yang beliau selalu jaga jatuh ke tangan lelaki yang tidak bertanggung jawab,
Ayah selalu berusaha untuk ada buat putri kesayangannya,
selalu mendengarkan cerita sang putri,
selalu menanyakan putrinya dimana? sama siapa? jangan lama-lama. dan masih banyak yang lain.
yang membuat putrinya terkadang malu dihadapan teman-temannya.
padahal ayah ingin menjaga putrinya,
Hingga,
suatu saat nanti kewajiban ayah tergantikan.
iyaa tugas untuk menjaga putrinya beralih pada lelaki lain.
Lelaki yang kelak menjadi suami putrinya
Lelaki yang menurutnya bisa menjaga putrinya dengan baik
Seperti dia menjaga putrinya selama ini.
Ayah,
yang saat 'memberikan' putrinya pada lelaki itu dengan tegar,
padahal sebelumnya ayah berfikir "apakah anaknya bisa dijaga oleh lelaki itu?"
yang setelah ada kata SAH dari 'saksi'
Putrinya sudah menjadi milik orang lain,
yang dengan berderai air mata melepaskan anak kesayangannya.
Ayah,
Malu rasanya ingin mengungkapkan sebuah kalimat untuk ayah
AKU SAYANG AYAH
yang terkadang bisa terungkap saat ayah tertidur
dan tak menyadarinyaaa
Ayah,
You're my everything
You're my Hero
Aku bingung untuk mengawalinya.
Terlalu sulit,terlalu senang atau bahkan terlalu takut.
Ku beranikan untuk menulis perasaanku yang ada ini. Tentangmu, Ayaah..
Ayah,
yang ketika aku masih kecil kau sering menggendongku,
yang ketika aku masih TK kau selalu mengantarkanku kemanapun,
yang ketika aku sakit kau selalu khawatir,
yang selalu berusaha untuk menuruti semua keinginanku,
yang selalu mencium keningku saat terlelap,
yang selalu mencium pipiku saat hendak berangkat kerja,
yang dengan lembutnya kau mengajarkanku hal - hal baru,
yang dengan keras kau mendisiplinkanku,
yang dengan sabar mengajarkanku arti hidup.
Ayah,
Kini putri kecilmu mulai beranjak dewasa,
mulai mengenal mana yang benar dan mana yang salah,
mulai mengenal lelaki lain yang tentu saja bukan Ayah,
yang mencoba untuk menemukan jati dirinya.
Ayah,
Putrimu kini telah mengenal lelaki lain ayaah?
Apakah Ayah takut putri kecilnya terjebaak?
Iya ayah selalu takut putri kecilnya yang beliau selalu jaga jatuh ke tangan lelaki yang tidak bertanggung jawab,
Ayah selalu berusaha untuk ada buat putri kesayangannya,
selalu mendengarkan cerita sang putri,
selalu menanyakan putrinya dimana? sama siapa? jangan lama-lama. dan masih banyak yang lain.
yang membuat putrinya terkadang malu dihadapan teman-temannya.
padahal ayah ingin menjaga putrinya,
Hingga,
suatu saat nanti kewajiban ayah tergantikan.
iyaa tugas untuk menjaga putrinya beralih pada lelaki lain.
Lelaki yang kelak menjadi suami putrinya
Lelaki yang menurutnya bisa menjaga putrinya dengan baik
Seperti dia menjaga putrinya selama ini.
Ayah,
yang saat 'memberikan' putrinya pada lelaki itu dengan tegar,
padahal sebelumnya ayah berfikir "apakah anaknya bisa dijaga oleh lelaki itu?"
yang setelah ada kata SAH dari 'saksi'
Putrinya sudah menjadi milik orang lain,
yang dengan berderai air mata melepaskan anak kesayangannya.
Ayah,
Malu rasanya ingin mengungkapkan sebuah kalimat untuk ayah
AKU SAYANG AYAH
yang terkadang bisa terungkap saat ayah tertidur
dan tak menyadarinyaaa
Ayah,
You're my everything
You're my Hero
Malang, 18 Oct 2012
Ananda
Langganan:
Postingan (Atom)