untuk Ayah

Rabu, 17 Oktober 2012

Teruntuk Ayahanda tercinta,

Aku bingung untuk mengawalinya.
Terlalu sulit,terlalu senang atau bahkan terlalu takut.
Ku beranikan untuk menulis perasaanku yang ada ini. Tentangmu, Ayaah..

Ayah,
yang ketika aku masih kecil kau sering menggendongku,
yang ketika aku masih TK kau selalu mengantarkanku kemanapun,
yang ketika aku sakit kau selalu khawatir,
yang selalu berusaha untuk menuruti semua keinginanku,
yang selalu mencium keningku saat terlelap,
yang selalu mencium pipiku saat hendak berangkat kerja,
yang dengan lembutnya kau mengajarkanku hal - hal baru,
yang dengan keras kau mendisiplinkanku,
yang dengan sabar mengajarkanku arti hidup.

Ayah,
Kini putri kecilmu mulai beranjak dewasa,
mulai mengenal mana yang benar dan mana yang salah,
mulai mengenal lelaki lain yang tentu saja bukan Ayah,
yang mencoba untuk menemukan jati dirinya.

Ayah,
Putrimu kini telah mengenal lelaki lain ayaah?
Apakah Ayah takut putri kecilnya terjebaak?
Iya ayah selalu takut putri kecilnya yang beliau selalu jaga jatuh ke tangan lelaki yang tidak bertanggung jawab,
Ayah selalu berusaha untuk ada buat putri kesayangannya,
selalu mendengarkan cerita sang putri,
selalu menanyakan putrinya dimana? sama siapa? jangan lama-lama. dan masih banyak yang lain.
yang membuat putrinya terkadang malu dihadapan teman-temannya.
padahal ayah ingin menjaga putrinya,

Hingga,
suatu saat nanti kewajiban ayah tergantikan.
iyaa tugas untuk menjaga putrinya beralih pada lelaki lain.
Lelaki yang kelak menjadi suami putrinya
Lelaki yang menurutnya bisa menjaga putrinya dengan baik
Seperti dia menjaga putrinya selama ini.

Ayah,
yang saat 'memberikan' putrinya pada lelaki itu dengan tegar,
padahal sebelumnya ayah berfikir "apakah anaknya bisa dijaga oleh lelaki itu?"
yang setelah ada kata SAH dari 'saksi'
Putrinya sudah menjadi milik orang lain,
yang dengan berderai air mata melepaskan anak kesayangannya.

Ayah,
Malu rasanya ingin mengungkapkan sebuah kalimat untuk ayah
AKU SAYANG AYAH
yang terkadang bisa terungkap saat ayah tertidur
dan tak menyadarinyaaa

Ayah,
You're my everything
You're my Hero



Malang, 18 Oct 2012




Ananda

0 komentar:

Posting Komentar